Visi Tomohon Masa Depan, bagi kami, adalah masyarakat Tomohon yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan tata Kota.
Kami mau Masyarakat baru Tomohon yang disebut masyarakat madani Tomohon, yakni sebuah kota yang memberi ruang pada aspek-aspek: democratization (pembentukan masyarakat yang demokratis), law enforcement (penegakan hukum), human dignity (memiliki martabat), multicultural (menghormati perbedaan budaya) dan pluralism (menghormati kemajemukan).
Masyarakat madani Tomohon bagi kami adalah masyarakat yang mempunyai ciri-ciri religius dan berbudi luhur, adil dan sejahtera, demokratis dan toleran, mandiri dan bertanggung jawab, tertib dan teratur; setara dan berkebersamaan, berintegritas dan berketangguhan daya, dinamis dan berorientasi ke masa depan.
Kami bisa menyatakan bahwa masyarakat Tomohon baru atau masyarakat Tomohon masa depan adalah suatu masyarakat demokratis yang memiliki banyak pilihan dari kemungkinan-kemungkinan yang tersedia yang dapat dicermati oleh manusia cerdas.
Untuk melakukan pilihan yang tepat, tidak hanya dibutuhkan iptek tetapi juga pertimbangan moral. Manusia Tomohon Masa Depan adalah manusia yang beradab, manusia yang bermoral.
Tomohon Baru yang kami ingin capai adalah:
Pertama, terwujudnya masyarakat Tomohon yang memiliki kesadaran bernegara dan cinta tanah air Indonesia khususnya Tomohon sehingga turut melindungi keutuhan bangsa Indonesia khususnya Tomohon.
Kedua, terwujudnya masyarakat Tomohon yang sejahtera dalam arti masyarakat memiliki rasa aman, kebebasan, kebersamaan, kesetaraan, sifat kegotong-royongan dan sifat kekeluargaan.
Ketiga, terwujudnya masyarakat Tomohon yang cerdas dalam arti menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi namun tetap berbudaya Tomohon sehingga memiliki daya saing dihadapkan pada perkembangan global.
Keempat, terwujudnya masyarakat Tomohon yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan dunia yang didasarkan pada kemerdekaan, perdamaian dan keadilan sosial.
Dengan kata lain yang kami inginkan adalah Tomohon baru yang memberi tempat bagi rakyat, menghargai harkat dan martabat manusia, memberi ruang bagi kemajemukan (suku, agama, ras, golongan, dan wilayah) memberi tempat bagi hukum dan keadilan.
Selain itu juga menghargai keragaman tanpa membedakan ikatan/latar belakang primordial, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Kontribusi Gereja
Kami menyebut secara khusus tentang kontribusi gereja karena ia secara kuantitas (dan kualitas?) telah merupakan dominan dalam gerak majunya Tomohon.
Gereja adalah persekutuan yang sedang diutus di tengah Tomohon yang sedang berubah. Dia adalah persekutuan yang kreatif dan dinamis, bukan yang introvert dan eksklusif. Gereja bukan penonton dalam degup pembangunan bangsa dan Kota ini. Gereja bukan penumpang tanpa karcis dalam gerbong Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Tomohon.
Bagi kami Gereja adalah bagian integral dari bangsa dan khususnya kota ini. Komunitas Kristen telah berperan (besar) dalam sejarah sejak tahap-tahap awal pembentukan Tomohon.
Dalam konteks membangun Tomohon ke depan gereja harus mampu memberi kontribusi yang cepat, tepat, cerdas, jelas, dan signifikan dengan bersumber pada UUD 1945, Pancasila dan dalam terang Firman Tuhan.
Bagi kami Kontribusi gereja dalam membangun Tomohon secara makro adalah menyadarkan, menjaga dan memberikan kritik agar proses pembangunan di Tomohon tidak menyimpang dari cita-cita luhur.
Kontribusi lainnya adalah memberi sumbangan pemikiran bagi penyusunan suatu kebijakan kota yang benar-benar memberi ruang bagi kemajemukan suku, agama, ras, golongan dan wilayah. Kemudian menjalankan tugas kenabian, antara lain dengan melawan segala kecenderungan yang mengarah pada pengingkaran dan pengkhianatan terhadap Pancasila dan UUD 1945 di berbagai bidang dan di berbagai aras.
Walikota/Wakil Walikota Baru (?)
Sedikit lagi kita tiba pada PEMILUKADA 2010. Masyarakat Tomohon akan melakukan pemilihan Walikota/Wakil Walikota dalam seluruh rangkaian kegiatan berdemokrasi.
Sejak Tomohon berdiri, inilah untuk kedua kalinya terjadi dalam sejarah Tomohon. Walikota/Wakil Walikota dipilih secara langsung oleh rakyat. Realitas ini adalah pertanda bahwa kedewasaan rakyat kita dalam berdemokrasi telah makin meningkat.
Pemilihan Walikota/Wakil Walikota secara langsung dalam kehidupan kita bermasyarakat di Tomohon memiliki dampak yang amat besar tidak saja bagi rakyat pemilih tetapi juga bagi calon Walikota/Wakil Walikota.
Kemampuan para calon dalam menjelaskan program mereka, track record para calon, visi dan misi para calon, komitmen mereka terhadap Tomohon, gambaran tentang ”tata pemerintahan” yang akan dijalankan para calon jika nanti mereka berhasil memenangkan pemilihan, akan sangat berpengaruh bagi kemenangan para calon.
Dalam konteks gereja-gereja di Tomohon yang amat majemuk dari segi denominasi, memilih Walikota/Wakil Walikota bukan hal yang mudah dan sederhana. Institusi Gereja sebagai "payung" dari umat Kristen di Tomohon memberi arahan agar umat menentukan pilihan dengan tepat, tidak terpukau oleh sosok, tidak terpana oleh gaya dan intelektualitas sang calon. Gereja mesti menyatakan: agar sebagai umat kita jangan hanya terjebak pada kerinduan akan "rasa aman" saja: keamanan yang bermutu adalah yang kita kembangkan bersama sebagai masayarakat sipil yang menolak kekerasan.
Atau dengan bahasa lain, dalam menetapkan pilihan Walikota/Wakil Walkota umat mesti memilih calon yang bertekad mempertahankan keberadaan dan membina kecintaan segenap rakyat terhadapnya dan keutuhan Tomohon sebagai bagian dari NKRI bukan dengan tangan besi melainkan dengan menumbuhkan dan membina.
Bagi kami masyarakat Tomohon yang amat mengagungkan nilai-nilai agama, seorang Walikota/Wakil Walikota yang kami dambakan adalah seorang dengan kualitas keberagamaan yang tinggi, sekaligus yang memberi tempat bagi pelaksanaan kebebasan beragama.
Figur seperti ini sudah pasti memiliki sikap toleransi yang kuat, menjalankan kewajiban agama dengan taat, mengapresiasi agama-agama yang dipeluk oleh seluruh masyarakat. Calon Walikota/Wakil Walikota yang bertarung pada tahun 2010 nanti adalah sosok yang memiliki komitmen untuk mengembangkan kehidupan beragama.
Mereka memiliki idealisme yang kuat agar kehidupan beragama di masa depan akan terwujud dengan baik melalui pelaksanaan UUD 1945 dan Pancasila secara konsisten.
Komitmen untuk mengedepankan pengembangan kebebasan beragama, apresisasi terhadap kehidupan agama akan sangat ditentukan oleh bagaimana visi para calon terhadap relasi agama dan negara dalam konteks Tomohon.
Bahwa memang agama selayaknya menyinari kehidupan negara dan sebaliknya negara melindungi agama, karena bila agama dan negara dihadap-hadapkan justru mengakibatkan agama lumpuh dan negara hancur berantakan. Begitu juga dalam konteks kita di Tomohon. Bahwa gereja dan kota ini mesti bersanding bukan bertanding.
Secara ideal dapat kami katakana bahwa agama dan negara merupakan potensi perekat kehidupan bangsa yang multietnik dalam rangka mencapai tujuan kehidupan bangsa yang aman tentram dan sejahtera.
Pemikiran-pemikiran seperti itu, sudah selayaknya menjadi policy dari pemerintahan baru yang pemimpinnya dipilih 2010 mendatang sehingga Tomohon baru akan benar-benar dialami secara nyata oleh masyarakat Tomohon yang majemuk.
Seorang Walikota/Wakil Walikota yang agamis dan inklusif amat dibutuhkan di Tomohon. Seluruh rakyat Tomohon menanti Walikota/Wakil Walikota yang melihat agama-agama dalam perspektif baru dalam sebuah Tomohon baru!
Babyliss Pro nano titanium curling iron - et al. - Titanium Art
BalasHapusThis is a full size habanero. It is about 20 cm 1xbet login long babylisspro nano titanium and titanium tv alternative has very small spouts. The tip is a little ford edge titanium for sale thicker but has a titanium tv apk thin pectin.